Loh Jinawi Farm Organik
Kebun Organik di Kota Bogor Ayo manfaatkan lahan disekitar rumah dengan tanaman dan sayur organik
Senin, 12 Agustus 2013
Mengeraskan Suara Klakson dengan Menambah Relay
Mengeraskan Suara Klakson dengan Menambah Relay: Mengeraskan Suara Klakson dengan Menambah Relay Emosi Karena klakson kurang keras ?? Kadang Sering Menjumpai Klakson Bawaan Mobil Su...
Selasa, 29 Januari 2013
Apa itu Organik....?
ORGANIK dan anorganik ini diusulkan oleh Karl Wihem Scheele
(1742 -1786) dari Swedia pada tahun 1780. Pada tahun 1807, Jons Jakob
Berzelius (1779-1848) mengeluarkan teori bahwa senyawa-senyawa organik
hanya dapat dibuat di dalam tubuh makhluk hidup dengan bantuan “daya
hidup” (Vis Vitalis dalam bahasa Latin), sehingga senyawa organik tidak
mungkin dapat dibuat dari senyawa anorganik di laboratorium.
ORGANIK adalah istilah pelabelan yang menyatakan bahwa suatu
produk telah diproduksi (Pertanian Organik) sesuai dengan standar sistem pangan organik dan
disertifikasi oleh lembaga sertifikasi organik yang telah terakreditasi
Pangan
organik berasal dari suatu lahan pertanian organik yang menerapkan
praktek-praktek pengelolaan yang bertujuan untuk memelihara ekosistem dalam
mencapai produktivitas yang berkelanjutan, dan melakukan pengendalian gulma,
hama dan penyakit, melalui berbagai cara seperti daur ulang sisa-sisa tumbuhan
dan ternak, seleksi dan pergiliran tanaman, pengelolaan air, pengolahan lahan
dan penanaman serta penggunaan bahan hayati.
Sistem
pertanian organik adalah sistem manajemen produksi yang holistik untuk
meningkatkan dan mengembangkan kesehatan agro-ekosistem, termasuk keragaman
hayati, siklus biologi,dan aktivitas biologi tanah.
Sistem produksi pangan organik dirancang untuk:
- Mengembangkan keanekaragaman hayati secara keseluruhan dalam sistem;
- Meningkatkan aktivitas biologi tanah;
- Menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang;
-
Mendaur-ulang
limbah asal tumbuhan dan hewan untuk mengembalikan nutrisi ke dalam tanah
sehingga meminimalkan penggunaan sumberdaya yang tidak dapat diperbaharui;
- Mengandalkan
sumberdaya yang dapat diperbaharui pada sistem pertanian yang dikelola secara
lokal;
- Meningkatkan
penggunaan tanah, air dan udara secara baik, serta meminimalkan semua bentuk
polusi yang dihasilkan dari kegiatan pertanian;
- Menangani
produk pertanian dengan penekanan pada cara pengolahan yang baik pada seluruh
tahapan untuk menjaga integritas organik dan mutu produk ; dan
- Bisa
diterapkan pada suatu lahan pertanian melalui suatu periode konversi, yang
lamanya ditentukan oleh faktor spesifik lokasi seperti sejarah penggunaan lahan
serta jenis tanaman dan hewan yang akan diproduksi.
Langganan:
Komentar (Atom)
